Kawanan kuda-kuda perang kemudi mereka
Hamparan kemah-kemah tempat tinggalnya
Menaburkan da`wah idamannya
Jihad fi sabilillah jalan hidupnya
Pupus demi meninggikan kalimat Allah
Adalah cita-cita terluhur mereka
Cita dan tekad mereka terus menerjang
Ke setiap lereng-lereng pegunungan
Terbang jauh di medan peperangan
Mereka adalah jamaah yang tak bertempat kediaman
Selain hanya berdiam
Di antara debu dan gerombolan kuda-kuda perang
Gema seruan kita melesat
Ke bilik-bilik gereja di Inggris Raya
Sebelum skuadron membebaskan perkotaan
Gurun-gurun Afrika tak berdaya
Melupakan sujud kita
Walau bumi memuntahkan semburan api
Kita sodorkan dada kita
Untuk menerjang sabetan pedang
Tak gentar pada hari
Yang penuh kelaliman dan angkara murka
Bayangan pedang laksana teduhan taman
Yang hijau lagi asri
Yang menumbuhkan bebungaan di sekitarnya
Hakikat (kebenaran) merupakan barang orang mu`min yang hilang. Dimanapun mereka menemukan kebenaran itu, mereka mengambilnya dengan keteguhan hati
Sungguh para raja memimpin bawahannya
Sedang ulama memimpin para raja
Ali bin Abi Thalib
Sungguh keutamaan hanya untuk ahli ilmu
Dialah penunjuk jalan
Bagi orang yang mencari titian hidayah
Prestise seseorang ditentukan oleh kebaikannya
Dan manusia pandir
Adalah musuh bagi ahli ilmu
Raihlah kemenangan dengan ilmu
Jangan kau cari pengganti
Sementara orang lain pupus
Ahli ilmu hidup terus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar