Sabtu, 20 September 2014

Menahan Pandangan

Setiap hari kita melihat dengan mata kepala kita, berapa banyak kita bersyukur dengan nikmat diberi penglihatan oleh Dia, Allah Yang Maha Pemurah. Justeru tidak sedikit nikmat ini kita sia-siakan dengan melihat sesuatu yang telah Allah larang. Semoga Allah mengampuni kesalahan kita dan diberikan jalan yang terang-benderang dengan ilmu yang telah dilimpahkan. Satu lagi nasihat bagi kita sekalian untuk menahan pandangan- AA Gym.

*) Al Isro` ( 17 ) : 36

Allah Ghofururrokhim, akan mengampuni hambanya yang berbuat dosa asal tidak menyekutukannya.

Syekh Ibnu Atho`ilah dalam kjitab Al Hikam :
“ Jika terlanjur berbuat dosa, jangan sampai patah hati untuk istiqomah kepada Tuhanmu, kemungkinan itu dosa terakhir yang ditaqdirkan bagimu “

Hati yang busuk karena noktah-naktah dosa yang bertamnbah, amal kurang terpelihara, tetapi masih ada peluang sembuh asal istiqomah mengubahnya. 4 virus pembuat busuk hati salah satunya adalah tidak kuasa menahan pandangan,maka hati akan kotor. Umar bin Khotb berkata “ lebih baik aku berjalan dibelakang singa dari pada di belakang wanita “. Jika hati keras, manis dan indahnya iman tidak terasa dan akan hilang.

Pandangan yang dimaksud bukan saja hanya untuk lawan jenis tetapi juga memandang dunia yang tidak dimilikinya seperti rumah mewah, mobil bagus, uang banyak, dll. Jadi kuncihati bening adalah : TUNDUKKAN PANDANGAN .

Melihat lawan jenis bukan mahrom : Tunduk ! 

Melihat dunia jangan ke atas, akan capek jadinya, karena rizki yang dikaruniakan Allah tidak akan kemana-mana, lebih baik tengok ke bawah yang lebih fakir. Semakin tunduk ke bawah, Subhanallah syukur akan bertambah !

Kalau ingin pandang ke atas, pandang yang maha atas sekaligus ++> Allahu akbar, Penguasa jagad, Maha kaya tak pernah habis walau kita minta sampai akhir hayat.

Buya Hamka berkata :
“ Mengapa manusia bersikap bodoh ? tidakkah kau tatap langit-langit yang biru dengan awan bergerak dan berarak seputih kapoas, atau turuni lembah hingga beroleh air bening, atau bangun dimalam hari, melihat bintang-bintang bertaburan di langit biru yang tak pernah membosankan, atau mendengarkan suara jangkerik/ katak bersahutan. Sekiranya orang gemar memandang keindahan, mendengar keindahan, niscaya hatinya akan terbebas dari perbuatan keji karena sesungguhnya keji itu buruk sedang buruk itu tidak pernah bersatu dengan indah “

Berbahagialah orang yang senang melihat kebaikan orang lain sehingga melihat orang berperilaku buruk ia akan segera mafhum bahwa manusia bukan maliikat, dibalik kekurangan pastilah ada kelebihan dan kebaikan. Mendengar kata buruk ia akan mafhum , memang sekarang ia berkata buruk, besok Insya Allah baik. Orang yang senang mendengarkan kata-kata baik akan tumbuh kasih saying.

Jalaluddin Rumi berkata :
“ Orang yang begitu senang dan ni`mat melihat/ menyebut-nyebut kebaikan orang lain ia bagaikan hidup di taman-tamanyang indah disini anggrek, disana melati. Jika gemar melihat aib/ kejelekan orang lain, pikirannya diselimuti aneka keburukan,  hatinya  dikepung prasangka-prasangka buruk. Kemana mata memandang  yang tampak adalah ular, kalajengking, duri, tidak pernah terni`mati indahnya hidup”

Sungguh berbahagialah orang yang pandai memelihara pandangan karena ia akan dapat merasakan ni`matnya kebeningan hati. ALLAH AZZA WA JALLA : Dzat Maha Pembolak-balik hati hamba-Nya, sama sekali tidak sulit bagi-Nya untuk  menolong siapapun yang MERINDUKAN HATI YANG BERSIH DAN BENING SEKIRANYA IA BERIKHTIAR SUNGGUH-SUNGGUH .

WALLAHU A`LAM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar