Sabtu, 20 September 2014

Menjaga Lisan

Setiap hari kita berkata-kata dengan lisan kita, tapi pernahkah kita menghitung berapa kata yang telah kita torehkan dalam sejarah kehidupan kita, dan dari kata-kata tersebut berapa yang menjadikan manfaat bagi kita, sekeliling kita dan semua makhluq. Sebuah nasihat kembali bagi kita sekalian tentang menjaga lisan- dari AA Gym.

HR  Tirmidzi
“ setiap ucapan bani Adam itu membahayakan dirinya ( tidak memberi manfaat ), kecuali kata-kata berupa amar ma`ruf nahyi mungkar ( memerintahkan kebaikan, melarang yang mungkar ) dan dzikrullah Azza wa Jalla ( mengingat Allah wa Jalla ) “  
*  Asy syuro ( 126 )  : 88-89

hati yang kasat dan kotor tidak pernah singgah nur iman yang hak. 
ibadah tidah pernah merasakan kekhusyukan lebih-lebih meneteskan air mata, tidak pernah terasa lezat ni`mat menghadap Allah
tidak pernah melahirkan kalimat lisan yang bernas dan bermutu

Syehk Ibnu Atho`ilah
“ Hati Ibarat Teko “
tiap kalimat yang keluar dari lisan merupakan corak hati seseorang yang mengeluarkan kata-kata jorok, kasar, menyakitkan dan sia-sia, mencerminkan hatinya yang tidak beres. Seseorang yang hatiny atidak selamat, sulit mengendalikan lisannya. Apa yang ada di depan matanya membuat lidahnya gatal untuk berkomentar ( tidak memperhatiukan apakah yang diomongkan ini baik atau tidak, manfaat atau tidak, didengarkan atau tidak, sia-sia atau tidak ).

Hingga tidak jarang lisan akan tergelincir pada perbuatan ghibah, gemar menyisik kekurangan dan aib orang lain. Jika perkataan itu didengar oleh yang dinilainya maka akan menganiaya/ menyakitkan perasaan, bahkan menjadi FITNAH karena pandangan menegenai baik/ buruk seseorang  terbatas

Perkataan yang hampa dan tidak bermutu berasal dari hati yang tidak ikhlas. Hal ini terjadi baik dari sahabat, guru, atasan bahkan mubaligh atau ulama. Jika anak yang dinasihati orang tuanya masih bendel mungkin orang tuanya tidak ikhlas yang berkata adalah  amarah dan nafs-nya saja.

Kata-kata yang dapat menghunjam pendengar adalah :
1. bukan gubahan lidah atau rekaan belaka
2. hati pengucapnya dengan tulus ( tidak ada dasar riya`, sum`ah, mencari popularitas, ujub dan takabur )
lidah tidak bertulang. Kata-kata yang terucap memeng tidak membuat tubuh terluka tetapi siapa tahu hatinya tersayat ( si pengucap akan di hari kemudian ) sehingga jangan heran hanya dengan lidah sampai terjadi perkelahian  pembunuhan

HR BUKHARI
“ BARANG SIAPA YANG MEMELIHARA APA YANG ADA DI ANTARA JANGGUT ( LISAN ) DAN ANATARA KE-2 PAHANYA ( FARJI` ) KARENA AKU, KUJAMIN IA MASUK SURGA “
HR TIRMIDZI

“ yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka adalah 2 lubang ; mulut dan farji` “ maka “ barang siapa  yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya ia mengucapkan kata-kata yang baik atau diam  ( BUKHARI - MUSLIM )

Orang yang paling beruntung di dunia :
“ Fal yaqul khoiron au liyasmut  orang yang memperhitungkan kata-kata nya “
Banyak berfikir sedikit berbicara  membersihkan hati, sebalikinya akan mengeraskan hati. Hati yang selamat………….
MASYA ALLAH ( 26 : 88-89 )

WALLAHU A`LAM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar