Sabtu, 20 September 2014

Memilih Pergaulan

Beberapa waktu lalu saya membuka file-file lama saya dan menemukan tulisan ini. Saya berfikir bagus juga untuk di masukkan dalam blog ini, semoga menjadi manfaat bagi kita semuanya. Sebuah ringkasan dari AA Gym.

al Mujadillah ( 58 ) : 14- 15
An Nisa ( 4 ) : 38

Allah Azza wa jalla telah tegas melarang hambanya berteman dengan syetan (4: 38) tetapi seseorang bisa tergelincir bergaul/ berteman dengan syetan dalam 2 arti yaitu  :
1. arti yang sebenarnya , dan
2. bukan sebenarnya
sebenarnya : dengan sadar dijadikan syetan sebagai pendamping dan pemberi kekuatan saat orang lain membutuhkan pertolongannya. Bergaul dengan syetan dapat pula dengan merekan yang tenggelam dalam hawa nafsunya, sibuk dengan urusan dunia semata. Mereka tidak mengetahui fungsi hidup dan rugi baik di dunia / akhirat jauh dari ni`mat Allah dan dekat dengan azab  dan murka-Nya. ( 58 : 14-15 )

Ketidak hati-hatian memilih teman akan menimbulkan akibat yang tidak sepele. Sabda Rosul : “ seseorang itu akan mengikuti perilaku sahabatnya, “. Karenanya orang harus tahu siapa yang dipergaulinya. Teman yang buruk akan menjadi virus ke-4 setelah pandangan, lisan dan perutnya dalam hal perusak hati. 

Bagai mana ciri-ciri lingkungan yang tidak mengenal Allah :
1. mengutamakan dunia  membuat kerusakan
2. menurutkan hawa nafsu
3. diliputi ketamakan, dengki terhadap yang dipunyai orang lain
4. pembicaraan berkisar pada pujian, penghargaan, pangkat, jabatan, dll

sedangkan lingkungan yang mengenal Allah akan :
1. pembicaraan mengenai dunia tidak mengotori hatinya, ketamakan hilang karena keyakinannya bahwa Allah sangat kaya dan akan mencukupi segala rizqinya
 dunia dikaji hingga hakikatnya dan hasilnya dijadikan bekaluntuk berjumpa dengan-Nya
 jika diberi dunia ia akan sibuk membicarakan bagaimana pertanggungjawabannya di hadapan Allah

2. senantiasa tawashoubil haq watawa shoubishobr
upaya saling menolong dan ingin kawan-kawannya jadi baik dan makin baik, tidak menambah berat ( meringankan ) kesulitan akan menyebabkan saling mengakrabkan

kesimpulannya :
kita harus berani berhijrah jika dilingkungan kita kotor dan penuh dengan dosa baik sesungguhnya maupun kiasan dan ingat pada pepatah :

BARANG SIAPA BERGAUL DENGAN PANDAI BESI  IKUT BAU BAKARAN/ TERBAKAR sedangakan BARANG SIAPA BERGAUL DENGAN PENJUAL MINYAK WANGI  TERCIPRATI BAU HARUM

Wallahu a`lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar