Sabtu, 20 September 2014

Ikhtiar Merawat Hati

* SELALU MENATA HATI
Pengantar : Q.S Al Isro` ( 17 ) : 36

Betapa indahnya apabila kita memiliki hati yang senantiasa tertata, terpelihara dan terawat sebaik-baiknya, seperti taman yang diatur dan dirawat dengan penuh kesabaran dan ketelatenan. Pengelompokan warna sangat serasi, rerumputan liar selalu disiangi, hama dan parasit selalu dimusnahkan dan pepohonan dijaga jangan sampai ada daun yang kering dan patah. Bunga-bunga bertebaran sangat menawan.  Harum semerbak ke seantero taman, yang menciuym baunya pun bukan saja yang punya tetapi juga orang lain akan menciumnya dan alangkah indah dan mengesankan.

Begitu pula orang yang memiliki hati yang tertata, akan lapang, damai, tenteram, hal ini akan tersirat dalam gerak-geriknya, perilakunya, tutur katanya, sunggingan senyumnya, tatapan matanya, air mukanya bahkan diamnya sekalipun. Tidak pernah bermuram durja/ gundah gulana, karena hatinya terpaut dengan Dzat yang Maha Memberi Ketenteraman. Allah Azza Wa Jalla. Ia yakinsegala sesuatu pasti berhikmah, apapun wujudnya, kalaupun sampai pisah nyawa dari badan tidak masalah. Allah puncak tujuan.

Kebalikan hati yang buruk laksana WC yang kumuh tidak terawat, dimana lantainya penuh kotoran. Lubang wc berbelepotan kotoran, gayungnya bocor. Orang yang memilikinya akan gelisah, apalagi orang lain apalagi orang lain yang masuk pasti jika keluar akan menutup hidung, kalaupun masukpun juga akan menutup hidung dan menghindar pandangan sejauh-jauhnya karena tidak ada pilihan lain.

Begitu keadaan hati yang busuk, didalamnya tampak resah dan gelisah hati selalu dikotori dengan buruk sangka, dendam , licik, tak mau kompromi, mudah tersinggung, tidak senang melihat orang lain gembira, ingin selalu membuka aib orang lain kepada umum, sedangkan aibnya sendiri ditutupi, dsb. Orang yang busuk akan sama / lebih hina dari yang dikeluarkan oleh perutnya.

Allah tidak pernah aniaya, segala apa yang dida[pat seorang tidak bisa tidak merupakan buah dari apa yang diusahakannya. 
Lihat Q.S An Najm ( 55 ) : 39-41

Menanam kebaikan akan beroleh hasilnya begitu pula sebaliknya
Mari mulai kita menata diri dan hati, melatih diri untuk menyingkirkan sesuatu yang menyebabkan hati menjadi lembah dosa bukan lapang pahala. Jangan sampai terjebak dalam langkah syetan.

Temukan hati yang damai dengan mendekatkan diri ke[ada Yang Maha Damai….. Allah Robbul `Izzati.

Wallahu a`lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar